dahulu di daerah Silahan, Tapanuli Utara, hiduplah sepasang
suami-istri yang memiliki dua orang anak laki-laki. Yang sulung bernama
Datu Dalu, sedangkan yang bungsu bernama Sangmaima. Ayah mereka adalah
seorang ahli pengobatan dan jago silat. Sang Ayah ingin kedua anaknya
itu mewarisi keahlian yang dimilikinya. Oleh karena itu, ia sangat tekun
mengajari mereka cara meramu obat dan bermain silat sejak masih kecil,
hingga akhirnya mereka tumbuh menjadi pemuda yang gagah dan pandai
mengobati berbagai macam penyakit.